andalusia
Female
Indonesia
Gak mudah ternyata berdeskripsi itu
Apalagi jika subyeknya adalah diri sendiri
Tapi karena ini adalah halaman pembuka
maka apa salahnya sedikit bercerita
tentang seorang perempuan
yang lebih sering kebingungan
pada keinginan
yang bermunculan
dan berganti-ganti
dan terus saja tak berhenti
Maka kemudian dibutuhkan halaman-halaman
yang akan merangkum cerita hati
dan menalikan sebuah refleksi
meski sesungguhnya
semua memang hanya sesuatu yang biasa
hanya sesuatu yang biasa saja
sebuah episode hidup yang biasa saja
karna bukankah hidup memang berisi
kegembiraan
kepedihan
kesukacitaan
kesuksesan
kegagalan
dan semua yang berbanding terbalik
namun jikapun tulisan-tulisan ini
berisi hal-hal yang membingungkan
tetap saja itu adalah bagian dari catatan kehidupan
karna kadang hidup
tak hanya menempatkan kita pada batas yang jelas
namun juga yang sebaliknya
Jadi inilah aku
dalam seluruh kemanusiaanku

   

<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, March 25, 2010
Masa Lalu

Beberapa kali dalam 2 minggu ini ketabrak masa lalu. Yang pertama ketemu sama orang gebleg sableng gila gak mutu tapi kok mempesona ya. Haha *ketawa kecut mode on*. Nggak aku udah gak punya rasa cinta ataupun keinginan hidup bersama dengannya. Soalnya aku tau aku gak bakalan bahagia. Karena dia cuma seorang b***ng** tengik yang gak peduli perasaan orang. Orang terkurang ajar sedunia yang berani menggoda gadis kampung lugu baik hati beriman dan bertaqwa trus ngabur begitu aja. Jiahahahaha lebay deh. Tapi ya memang kalo gak bodoh dan gak gila kan bukan cinta. Kalo gak bikin akal waras hilang seketika mah bukan cinta juga kali ya namanya. Dan aku masih muda waktu itu. Masih bodoh surodoh. Otak-ku kayaknya langsung tergadaikan begitu ketemu dia dan jatuh cinta padanya. Kapanpun ketemu dia hidupku jumpalitan. Dan minggu kemaren kejadian lagi. Ketemunya sih cuma sekilas. Tapi itu sudah cukup menjumpalitkan hidup serta mengirimkan rasa dingin di dada. Gak enak banget. Dan rese-nya adalah rasa gak enak itu bakalan terus ada didada lumayan lama juga. Sementara mungkin dia gak kepikiran sama sekali. Bodohnya.. bodohnya... Udah emak-emak gini masih bodoh pangkat tuju. Tapi ya gimana, gak bisa dihindari. Yasudah adepin aja kan. Biarkan saja waktu yang akan menyembuhkan segala.

Yang kedua tadi bongkar-bongkar laci meja. Nemu tulisan yang kubuat bertahun-tahun yang lalu mengenai seseorang. Bukan orang yang diatas loh ya. Orang yang berbeda. Orang bodoh gak punya mulut yang tidak bisa berkata kalo dia cinta padaku. Orang bodoh gak punya hati yang gak berani mencoba menjalin hubungan denganku. Orang bodoh gak punya kepala yang bisa ditegakkan didepanku untuk setidaknya mengakui bahwa kami berdua pernah punya masa indah bersama. Aku tau sih udah gak berguna sekarang ini untuk tau semua itu. Tapi tanpa tahu kan jadinya bikin penasaran. Kayak arwah yang mati gak wajar. Jadinya terus menghantui. Pertanyaan-pertanyaan seringkali berloncatan dari hatiku. Tapi mungkin jawabannya sederhana, bahwa dia tidak cukup mencintaiku untuk memperjuangkanku. That's it. Cuma itu. Tapi teuteup aja bikin gemes. Tetep aja bikin perasaanku jadi kayak kuntilanak yang belum dicabut paku-nya. Hihi nggak banget ya analoginya. Pokoknya mah penasaran aja. Pengen ketemu secara privat, trus denger pengakuannya. Well dia udah minta maaf  sih tapi tertulis. Buat aku sih sebenernya itu belum cukup. Aku pengen denger dari mulut dia sendiri bahwa aku tidak berasumsi. Bahwa semua dia lakukan karena dia cinta. Bukan karena asas manfaat. 

Huah ngapain sih pagi-pagi nulis begini. Gak penting banget. Tapi ini yang muncul di kepalaku ya udah aku tulis aja lah.

Buat kawan-kawan yang membaca gak usah penasaran yah. Ini emang curcol tapi gak perlu dibahas. Buku tentang mereka memang belum tertutup sepenuhnya. Tapi aku juga cuma bukanya kalo ketabrak doang kok. Soalnya belum pernah nemu juga orang yang bisa imun dari masa lalu. Atau malah udah lupa semua masa lalunya. Gak ada deh kayaknya. Yang ada mah orang yang mau ngaku atau gak itu aja.

*jadi berandai-andai ada orang yang punya kemampuan menghapus memori kayak di film "eternal sunshine in the spotless mind" soalnya pengen menghapus bagian ini biar gak terbelenggu masa lalu, jiah bahasanya syedap*

Posted at 12:10 pm by andalusia
Make a comment  

Sunday, January 31, 2010
rindu

sepotong hatiku
tertinggal disudut jakarta yang penuh debu itu
pada mahluk bermata bulat
yang tatapannya menghilangkan pepat

sepotong hatiku
berlayar di tengah kampung yang hiruk pikuk
membayangkan mahluk kecil yang sedang memeluk
mimpi kecil dalam tidur siangnya

love you so much my little one


Posted at 09:49 am by andalusia
Make a comment  

Monday, January 25, 2010
kemana

mesti menengok kemana aku
karna dikiriku yang ada gulita
sedang di kananku pekat membelenggu


Posted at 05:00 pm by andalusia
Make a comment  

Tuesday, December 08, 2009
Aku Sedang...

Aku sedang kehilangan kepercayan
Aku sedang kehilangan bahagia
Aku sedang kehilangan mimpi
Aku sedang kehilangan semua

Posted at 03:18 pm by andalusia
Make a comment  

Monday, December 07, 2009
Meramu Kemarahan

yang pasti ada marah
menggelegak seperti magma
di dasar hatiku yang merah
tapi atas nama rasionalitas kubungkus itu semua
kusimpan dan kucoba buang
tapi tiap kali ada seseorang
menyebutkan namamu
lantas segala ingatan terbang
pada semua kenangan bersamamu
dan segala hutang penjelasan
sungguh kuinginkan
mungkin itu bisa mendamaikan


Posted at 04:56 pm by andalusia
Make a comment  

Friday, November 06, 2009
terasa luka

membaca cinta
dan yang ada
sakit terasa
bodohnya
masih kusimpan asa
bahwa selengkung garis hidup bersama
ada dihatinya
tololnya
tentu takkan ada
tentu takkan tersisa



Posted at 10:22 am by andalusia
Make a comment  

Monday, August 31, 2009
adios

kuntum cinta itu
tlah lepas satu-satu
menyisakan potongan hampa
yang menyelinap di aorta
tak kupahami kemana gerangan perginya

kuntum cinta itu
melayang bersama debu
menyisakan sepenggal sesak
yang terus mendesak

tak lagi tersisa
tak lagi ada
kita
meski sekuat apapun aku mencoba
menggenggam  lukisan asa
tetap saja
semua perlahan menjauh
meneduh
dan luruh
kau
aku
bukan lagi siapa-siapa
tak lagi ada buhul yang menyimpul
jadi selamat tinggal
adios




Posted at 05:46 pm by andalusia
Make a comment  

rindu

Aku merindukan peluk itu
hangat dan menenangkan
tempat semua rasa
terserap sempurna

aku merindukan peluk itu
sungguh rindu


Posted at 11:42 am by andalusia
Make a comment  

Monday, June 01, 2009
padamu

dengan nanar kutatap wajah itu
wajah serupa madu
yang terbitkan sembilu
tapi padanya
kutitipkah hatiku


Posted at 08:27 pm by andalusia
Make a comment  

Wednesday, May 20, 2009
Melihat Lebih Dekat

Melihat dari dekat
membuat kita memahami
dengan lebih baik

melihat dari dekat
membuat kita melihat
sesuatu seperti adanya
dan tak lagi tertipu
oleh bayangan maya

melihat lebih dekat
membuat kita memahami realita
dan bukan fatamorgana

melihat lebih dekat
memang seringkali menyakitkan
tapi melihat lebih dekat
membuat kita
menjadi lebih bijaksana
(atau malah lebih terluka??)


Posted at 11:06 am by andalusia
Make a comment  

Next Page